Entri Populer

Jumat, 11 Mei 2012

Cerpen


SEBUAH NASIHAT YANG SANGAT BERGUNA
Cerpen
Kembali ia berjalan menyusuri taman kota itu,ntah apa yang sedang dipikirkannya  dia tak tau ntah mau kemana karna yang ada dalam pikirannya adalah kehampaan yang ada dalam hidupnya.
Suatu ketika Dia berhenti di sebuah persimpangan dan Ia bertanya kepada Seorang bapak yang sudah beruban yang sedang duduk dipinggiran jalan sambil berjualan minuman..Apakah bapak Senang menjalani hidup ini?,Seorang Bapak itu kaget mendengar pertanyaan yang terlontar dari mulut pemuda itu,dan bapak itu kembali bertanya kepada pemuda itu, Mengapa kamu bertanya hal itu kepada saya? Dan pemuda itu menjawab, ”maaf sebelumnya pak karna saya sudah mengagetkan Bapak atas pertanyaan saya tadi,saya hanya ingin tau apakah ada orang-orang disekitar saya yang mengalami kepenatan hidup seperti saya ini”. Lalu Bapak itu menjawab “Hidup didunia ini memang lah sulit nak,tidak semua hal yang kita jalani berjalan dengan lancar,pasti adalah hal yang membuat kita senang dan sedih”.Tapi disamping itu kita haruslah bersyukur atas anugrah yang kuasa atas apa yang telah diberikannya kepada kita dan kita tidak boleh mengeluh dalam menjalani hidup ini nak,cobalah menjalani kehidupan dengan hati,agar kita selalu bisa menghadapi cobaan sebesar apapun.
Setelah mendengar jawaban Seorang bapak itu dia kembali berpikir, mengapa aku begitu bodoh dalam menjalani hidup ini,dan dalam hati kecilnya dia berdoa Tuhan, maafkan semua kesalahan yang telah ku lakukan. Berkahilah mereka yang selalu mengingatkanku.Dan berkata aku harus selalu tegar dalam menjalani hidup ini,aku tidak boleh selalu mengelu dalam menjalani hidup ini.
Beberapa saat kemudian dia kembali bersuara dan berkata kepada Bapak tua itu “Terima kasih atas nasehat yang telah bapak berikan kepada saya,karena nasehat yang bapak berikan sangat lah berarti kepada saya dan saya pamit pak,lalu bapak itu menjawab “sama-sama nak,lain kali mampir lagi kesini ya.”Lalu Pemuda itu berjalan menyusuri jalanan kota yang padat,dan semakin lama sosok pria tersebut sudah tidak kelihatan.
Pagi ini dia berangkat dari rumahnya, Sebelum dia berangkat dia singgah sebentar kerumah temannya untuk mengajak berangkat bersama ke kampus. Lalu mereka berangkat bersama, beberapa menit kemudian sampai lah mereka dikampus dimana mereka menuntut ilmu.
Sepertinya hari ini kamu senang sekali,tanya temannya yang bersama dia tadi,lalu dia menjawab “hari ini aku sangat senang karena aku baru mendapat hadiah yang sangat terindah”, lalu temanya bertanya kembali hadiah apa yang baru kamu dapat dan dari siapa? ,lalu dia menjawab “Ada dech”,sambil tersenyum dan berjalan menuju kelas dan meninggalkan temannya.lalu temannya tersenyum dan menggelengkan kepalanya sambil mengejar dia.
Satu tahun sudah berlalu,setelah dia wisuda, dia langsung diterima bekerja  disebuah perusahaan yang cukup bagus.Suatu hari dia kembali berjalan menyusuri jalanan kota yang sudah tak pernah dilaluinya satu tahun belakangan ini,tiba-tiba dia teringat dengan Bapak tua yang pernah memberikan nasehat kepadanya,lalu dia pergi kepersimpangan dimana dulu Bapak itu berjualan,sesampainya disana dia kaget karna yang berjualan disitu bukanlah bapak tersebut melainkan orang lain yang tidak dikenal dia.
Dia pun membeli sebuah minuman botol kemudian diteguk untuk menghilangkan lelahnya dan dia bertanya kepada orang yang berjualan tersebut, “Ibu sudah lama berjualan disini?” lalu ibu tersebut menjawab “belum nak,saya hanya menggantikan suami saya yang dulu berjualan disini”.Lalu ia bertanya kembali “memangnya suami ibu kemana?” lalu ibu itu menjawab kembali “suami saya berada dirumah,ia sedang sakit parah nak,jadi ibu sekarang yang menjaga jualan ini”,lalu pemuda itu bertanya kembali “Bapak sakit apa bu?,kenapa dirawat dirumah?,kemudian ibu itu menjawab kembali “ya biasa lah nak penyakit orang tua dan kami juga orang kurang mampu nak,jadi tidak sanggup untuk membawa bapak berobat kerumah sakit”.
Lalu pemuda itu berpikir sebentar dan kemudian mengeluarkan sebuah kertas dari kantong tasnya dan menulis dikertas tersebut lalu memberikannya kepada ibu tersebut,lalu ibu itu bertanya “ini apa nak?”, lalu ia menjawab itu adalah sebuah cek yang berisikan duit yang bisa ibu gunakan untuk biaya pengobatan Bapak.Lalu ibu itu kaget dan bertanya, mangapa kamu memberikan uang kepada ibu,sementara ibu tidak mengenal kamu? Lalu pemuda itu menjawab “itu hanya wujud terima kasih saya karena suami ibu pernah memberikan nasehat yang sangat berarti kepada saya sehingga saya bisa menjadi seperti saat ini,dan hanya itu lah yang bisa saya lakukan untuk membalas budi kepada Suami ibu.Lalu ibu itu berterima kasih kepada seorang pemuda itu,beberapa saat kemudian pemuda itu pamit kepada ibu tersebut.Lalu berjalan langkah demi langkah untuk kembali menjalankan aktivitasnya.
Hidup terlalu singkat ,jika hanya menyesal dan Hidup hanya sekali, namun jika digunakan dengan baik, sekali saja cukup!.Maka pergunakanlah Hidupmu Dengan sebaik mungkin.








Kamis, 10 Mei 2012
By :Paskah Ganda Hutapea