SEBUAH NASIHAT YANG SANGAT BERGUNA
Cerpen
Kembali
ia berjalan menyusuri taman kota itu,ntah apa yang sedang dipikirkannya dia tak tau ntah mau kemana karna yang ada
dalam pikirannya adalah kehampaan yang ada dalam hidupnya.
Suatu
ketika Dia berhenti di sebuah persimpangan dan Ia bertanya kepada Seorang bapak
yang sudah beruban yang sedang duduk dipinggiran jalan sambil berjualan
minuman..Apakah bapak Senang menjalani hidup ini?,Seorang Bapak itu kaget
mendengar pertanyaan yang terlontar dari mulut pemuda itu,dan bapak itu kembali
bertanya kepada pemuda itu, Mengapa kamu bertanya hal itu kepada saya? Dan
pemuda itu menjawab, ”maaf sebelumnya pak karna saya sudah mengagetkan Bapak
atas pertanyaan saya tadi,saya hanya ingin tau apakah ada orang-orang disekitar
saya yang mengalami kepenatan hidup seperti saya ini”. Lalu Bapak itu menjawab
“Hidup didunia ini memang lah sulit nak,tidak semua hal yang kita jalani
berjalan dengan lancar,pasti adalah hal yang membuat kita senang dan
sedih”.Tapi disamping itu kita haruslah bersyukur atas anugrah yang kuasa atas
apa yang telah diberikannya kepada kita dan kita tidak boleh mengeluh dalam
menjalani hidup ini nak,cobalah menjalani kehidupan dengan hati,agar kita
selalu bisa menghadapi cobaan sebesar apapun.
Setelah
mendengar jawaban Seorang bapak itu dia kembali berpikir, mengapa aku begitu
bodoh dalam menjalani hidup ini,dan dalam hati kecilnya dia berdoa Tuhan, maafkan semua kesalahan yang telah ku lakukan.
Berkahilah mereka yang selalu mengingatkanku.Dan berkata aku harus selalu tegar
dalam menjalani hidup ini,aku tidak boleh selalu mengelu dalam menjalani hidup
ini.
Beberapa
saat kemudian dia kembali bersuara dan berkata kepada Bapak tua itu “Terima
kasih atas nasehat yang telah bapak berikan kepada saya,karena nasehat yang
bapak berikan sangat lah berarti kepada saya dan saya pamit pak,lalu bapak itu
menjawab “sama-sama nak,lain kali mampir lagi kesini ya.”Lalu Pemuda itu
berjalan menyusuri jalanan kota yang padat,dan semakin lama sosok pria tersebut
sudah tidak kelihatan.
Pagi
ini dia berangkat dari rumahnya, Sebelum dia berangkat dia singgah sebentar
kerumah temannya untuk mengajak berangkat bersama ke kampus. Lalu mereka
berangkat bersama, beberapa menit kemudian sampai lah mereka dikampus dimana
mereka menuntut ilmu.
Sepertinya
hari ini kamu senang sekali,tanya temannya yang bersama dia tadi,lalu dia
menjawab “hari ini aku sangat senang karena aku baru mendapat hadiah yang
sangat terindah”, lalu temanya bertanya kembali hadiah apa yang baru kamu dapat
dan dari siapa? ,lalu dia menjawab “Ada dech”,sambil tersenyum dan berjalan
menuju kelas dan meninggalkan temannya.lalu temannya tersenyum dan
menggelengkan kepalanya sambil mengejar dia.
Satu
tahun sudah berlalu,setelah dia wisuda, dia langsung diterima bekerja disebuah perusahaan yang cukup bagus.Suatu
hari dia kembali berjalan menyusuri jalanan kota yang sudah tak pernah
dilaluinya satu tahun belakangan ini,tiba-tiba dia teringat dengan Bapak tua
yang pernah memberikan nasehat kepadanya,lalu dia pergi kepersimpangan dimana
dulu Bapak itu berjualan,sesampainya disana dia kaget karna yang berjualan
disitu bukanlah bapak tersebut melainkan orang lain yang tidak dikenal dia.
Dia
pun membeli sebuah minuman botol kemudian diteguk untuk menghilangkan lelahnya
dan dia bertanya kepada orang yang berjualan tersebut, “Ibu sudah lama
berjualan disini?” lalu ibu tersebut menjawab “belum nak,saya hanya
menggantikan suami saya yang dulu berjualan disini”.Lalu ia bertanya kembali
“memangnya suami ibu kemana?” lalu ibu itu menjawab kembali “suami saya berada
dirumah,ia sedang sakit parah nak,jadi ibu sekarang yang menjaga jualan
ini”,lalu pemuda itu bertanya kembali “Bapak sakit apa bu?,kenapa dirawat
dirumah?,kemudian ibu itu menjawab kembali “ya biasa lah nak penyakit orang tua
dan kami juga orang kurang mampu nak,jadi tidak sanggup untuk membawa bapak
berobat kerumah sakit”.
Lalu
pemuda itu berpikir sebentar dan kemudian mengeluarkan sebuah kertas dari
kantong tasnya dan menulis dikertas tersebut lalu memberikannya kepada ibu
tersebut,lalu ibu itu bertanya “ini apa nak?”, lalu ia menjawab itu adalah
sebuah cek yang berisikan duit yang bisa ibu gunakan untuk biaya pengobatan
Bapak.Lalu ibu itu kaget dan bertanya, mangapa kamu memberikan uang kepada
ibu,sementara ibu tidak mengenal kamu? Lalu pemuda itu menjawab “itu hanya
wujud terima kasih saya karena suami ibu pernah memberikan nasehat yang sangat
berarti kepada saya sehingga saya bisa menjadi seperti saat ini,dan hanya itu
lah yang bisa saya lakukan untuk membalas budi kepada Suami ibu.Lalu ibu itu
berterima kasih kepada seorang pemuda itu,beberapa saat kemudian pemuda itu
pamit kepada ibu tersebut.Lalu berjalan langkah demi langkah untuk kembali
menjalankan aktivitasnya.
“Hidup terlalu singkat ,jika hanya menyesal dan Hidup hanya sekali,
namun jika digunakan dengan baik, sekali saja cukup!.Maka pergunakanlah Hidupmu
Dengan sebaik mungkin”.
Kamis, 10 Mei 2012
By :Paskah Ganda Hutapea
Tidak ada komentar:
Posting Komentar